Senin, 28 November 2011

Hadist pendidik

Dalam ilmu pendidikan yang di maksud dengan pendidik ialah semua yang mempengaruhi perkembangan seseorang, yaitu : manusia, alam, dan kebudayaan. Manusia, alam, dan kebudayaan inilah yang sering disebut dalam ilmu pendidikan sebagai lingkungan pendidikan. Yang paling penting di antara ketiganya yaitu manusia. Alam dan kebudayaan tidak melakukan pendidikan secara sadar. Manusia, ada yang melakukan pendidikan secara sadar dan ada yang tidak dengan kesadaran, dan ada yang kadang – kadang sadar kadang – kadang tidak.

 

untuk selengkapnya klik disini

Senin, 14 November 2011

HADITS TENTANG PENDIDIK

HADITS TENTANG PENDIDIK


PENDAHULAN


Dalam ilmu pendidikan yang di maksud dengan pendidik ialah semua yang mempengaruhi perkembangan seseorang, yaitu : manusia, alam, dan kebudayaan. Manusia, alam, dan kebudayaan inilah yang sering disebut dalam ilmu pendidikan sebagai lingkungan pendidikan. Yang  paling penting di antara ketiganya yaitu manusia. Alam dan kebudayaan tidak melakukan pendidikan secara sadar. Manusia, ada yang melakukan pendidikan secara sadar dan ada yang tidak dengan kesadaran, dan ada yang kadang – kadang sadar kadang – kadang tidak.

Orang sebagai kelompok pendidik banyak macamnya tetapi pada dasarnya adalah semua orang.yang paling di kenal dalam ilmu pendidikan adalah orang tua murid, guru – guru di sekolah, teman sepermainan, dan tokoh – tokoh atau figur masyarakat.

Dalam perspektif islam, orang tua (ayah dan ibu ) adalah pendidik yang paling bertanggung  jawab, karena murid itu adalah anak mereka, artinya, Tuhan menitipkan anak itu kepada kedua orangtuanya. Namun kenyataannya sekarang  banyak orang menyerahkan  hampir 100 % tugas ini ke sekolah. Itu keliru. Seharusnya,  jika anak itu nakal, sekolahlah yang kecewa terhadap orang tua di rumah, bukan sebaliknya malah orang tua mengklaim sekolah sebagai lembaga yang tidak becus mendidik anaknya sehingga berakhlak tidak baik. Dalam hal pendidikan keagamaan, yaitu agar anak itu menjalani hidupnya sehari – hari sesuai ajaran agama, sekolah itu hanya berfungsi membantu, sedangkan tanggung jawab utama terletak di tangan kedua orangtuanya.

Sekarang, timbul persoalan di sebabkan oleh berubahnya jenis pekerjaan, orang tua sering tidak berada di rumah. Dalam bentuk ekstrem, ada orangtua yang pergi subuh, pulang ba’da maghrib; pergi hari senin pulang hari sabtu, bahkan ada orangtua yang meninggalkan rumah (karena pekerjaan) awal bulan dan muncul lagi di rumah pada akhir bulan, bahkan ada yang lebih dari itu. Keadaan ini akan menjadi salah satu penyebab orangtua tidak dapat melakukan tugasnya sebagai pendidik.untuk mengatasi hal ini, mungkin ada baiknya salah satu saja (suami atau istri) yang bekerja di luar rumah.

Persoalan orangtua sering tidak berada di rumah diperparah oleh kekurangmampuan menggunakan waktu ketika berada di rumah. Ada berbagai macam tipe orangtua yaitu :

1)      Orangtua yang banyak di rumah dan ia mampu memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya.

2)      Orangtua yang banyak di rumah tetapi ia kurang mampu memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya.

3)      Orangtua yang sedikit berada di rumah tetapi ia pandai menggunakan waktu sedikit itu untuk mendidik anaknya.

4)      Orangtua yang hanya sedikit berada di rumah dan ia kurang mampu memanfaatkan waktu yang sedikit  itu untuk mendidik anaknya. (inilah yang paling buruk).

Kekurangmampuan orangtua mendidik anaknya di rumah bertambah besar karena perkembangan kebudayaan global  yang telah menerpa anaknya. Pengaruh luar seringkali lebih kuat daripada pengaruh orangtuanya. Jika anak kita sudah mengelompok dengan teman – teman sepermainan, maka kelompok itu akan kuat sekali pengaruhnya kepada anak kita.

Guru di sekolah adalah pendidik yang kedua, secara teoritis. Mereka menghadapi hal yang sama dengan yang dihadapi orangtua di rumah , yaitu masalah kekurangan waktu, juga masalah gempuran kebudayaan global. Sementara tanggung jawab sekolah sekarang lebih besar daripada zaman dahulu karena guru di sekolah harus mengambil alih sebagian tugas mendidik  yang tadinya dilakukan oleh orangtua di rumah. Pada tingkat ekstrem, tatkala rumah tidak lagi menjalankan menjalankan fungsinya sebagai tempat pendidikan, maka seluruh tugas rumah tangga itu harus diambil alih sekolah.

TERJEMAH HADITS

“Didiklah anak – anakmu, karena mereka itu dijadikan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu ini.”

SYARAH HADITS (Penjelasan kandungan hadits)

Dalam hadits Rasulullah saw. tersebut, Nabi memerintahkan kepada seluruh kaum muslimin dalam hal ini orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak dengan sebaik-baiknya karena meraka akan melalui zaman yang berbeda dengan zaman yang kita alami saat ini. Kalimat yang digunakan pun sangat jelas dengan menggunakan fi’il ‘Amr yang merupakan bentuk perintah dalam bahasa Arab. Tidak hanya dalam urusan pendidikan saja kita diperintah untuk berperan secara maksimal, dalam aspek yang lebih krusial lagi yaitu urusan agama. Sebagaimana sabda Nabi yang lain memberikan gambaran bahwa orangtualah yang mempunyai peran apakah anak-anaknya akan menjadi seorang yahudi, nashrani atau majusi. Itu semua tergantung pada peran orangtua dalam mendidik dan membimbing arah hidup anak-anaknya.

Oleh karena itu, kita sebagai orangtua / guru hendaklah mendidik anak – anak kita  dengan didikan agama. Sejak anak dalam kandungan, setelah lahir, hingga dewasa, masih perlu kita bimbing. Dan yang paling dominan membentuk jiwa seseorang adalah lingkungan. Dan lingkungan pertama yang dialami anak adalah ketika dalam asuhan orangtuanya.

KESIMPULAN

Dalam perspektif islam, orang tua (ayah dan ibu ) adalah pendidik yang paling bertanggung  jawab.karena anak (murid) itu adalah anak mereka, artinya, Tuhan menitipkan anak itu kepada kedua orangtuanya .  Namun kenyataannya sekarang  banyak orang menyerahkan  hampir 100 % tugas ini ke sekolah. Itu keliru. Sebenarnya ,  jika anak itu nakal, sekolahlah yang kecewa terhadap orang tua di rumah, bukan sebaliknya malah orang tua mengklaim sekolah sebagai lembaga yang tidak becus mendidik anaknya sehingga berakhlak tidak baik. Dalam hal pendidikan keagamaan, yaitu agar anak itu menjalani hidupnya sehari – hari sesuai ajaran agama , sekolah itu hanya berfungsi membantu,tanggung jawab utama terletak di tangan kedua orangtuanya.

Persoalan orangtua sering tidak berada di rumah, diperparah oleh kekurangmampuan menggunakan waktu tatkala  sedang berada di rumah. Ada berbagai macam tipe orangtua yaitu :

1)      Orangtua yang banyak di rumah dan ia mampu memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya.

2)      Orangtua yang banyak di rumah tetapi ia kurang mampu memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya.

3)      Orangtua yang sedikit berada di rumah tetapi ia pandai menggunakan waktu sedikit itu untuk mendidik anaknya.

4)      Orangtua yang hanya sedikit berada di rumah dan ia kurang mampu memanfaatkan waktu yang sedikit  itu untuk mendidik anaknya. (inilah yang paling buruk)

Guru di sekolah adalah pendidik yang kedua, secara teoritis. Mereka menghadapi hal yang sama dengan yang dihadapi orangtua di rumah , yaitu masalah kekurangan waktu, juga masalah gempuran kebudayaan global. Sementara tanggung jawab sekolah sekarang lebih besar daripada zaman dahulu karena guru di sekolah harus mengambil alih sebagian tugas mendidik  yang tadinya dilakukan oleh orangtua di rumah. Pada tingkat ekstrem, tatkala rumahtidak lagi menjalankan menjalankan fungsinya sebagai tempat pendidikan, maka seluruh tugas rumah tangga itu harus diambil alih sekolah.

Sebaik-baik orang tua adalah yang memberikan pendidikan kepada anak-anak dengan sebaik-baiknya karena meraka akan melalui zaman yang berbeda dengan zaman yang kita alami saat ini.

 

 

 

 

My Beloved Parents



  

 

My Beloved Parents




Pernah tidak kamu membayangkan hidup tanpa di damping orang tua? Kamu tidak punya tempat untuk menggadukan masalah yang kamu hadapi, tidak ada orang yang bisa dimintai tolong atau uang apabila sedang dibutuhkan, dan tidak ada yang mencurahkan kasih sayang untuk kamu.

Akan tetapi, ketika masih ada ortu, ada-ada saja masalah yang timbul. Pendapat yang tidak nyambunglah, yang maunya ngatur-ngaturlah, larang ini larang itu, dan segala macam masalah yang membuat kepalamu mau pecah. Ortu seakan jadi biangkerok problem yang sedang kamu hadapi. Akibatnya, hubungan kamu dengan ortu tidak harmonos. So, hari-hari kamu jadi sumpek, uring-uringan.

Ortu Memang Punya Hak.

Coba kita lihat ibu-ibu yang sedang hamil. Atau mungkin ibu kamu sedang yang lagi mengandung adik kamu.kira-kira kamu kasihan tidak? Kalau jalan, beban berat itu selalu di bawa. Kalau tidur pasti tidak nyaman dengan perut sebesar itu. Belum lagi kalau ngidam, aduh… repotnya minta ampun. Begitulah tanggung jawab ortu ketika kamu dalam kandungan. Ketika usia kandungan sudah mencapai 9 bulan, ibu akan melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya. Bapak nyari uang untuk membiayai persalinan, bahkan kadang-kadang utang dari orang lain. Apa pun dilakukan yang penting kamu selamat dan sehat.

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak melalui proses di atas. Allah menitipkan kamu dalam rahim ibu. Kamu di lahirkan kedunia dengan kesabaran dan ketelitian. Kamu pup di celana, pipis di kasur, makan disuapin, dll. Semua itu ortu yang ngurusin, dari waktu kamu berjalan sampai saati ini semua dalam asuhan ortu. Hubungan anak dan ortu bukan sebatas hubungan darah dan keturunan, tapi juga hubungan hati, emosi, dan segenap perasaan.

Allah senantiasa mengingatkan kamu untuk menjaga hak ortu. Kamu punya ikatan perasaan dan darah dengan mereka sebagai upaya mengingat jasa mereka atas hidup kamu. Allah memerintahkan kita untuk menghormati mereka dengan berbuat baik dan santun. Bahkan perintah ini diletakkan sesudah perintah menyembah dan tidak menyekutukan Allah.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabildan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”(QS An nisaa: 36)

Berbuat baik disini contohnya adalah dengan berkata lemah lembut kepada mereka. Bila kamu mengalami masalah komunikasi dengan mereka, misalnya bagaimana cara melunakkan hati ortu yang susah diajak ngomong dari hati ke hati. Ya, selain mencoba terus berdialog dengan bahasa yang halus dan santun, juga dengan mendoakan mereka.

 

 

Jumat, 11 November 2011

DEMOKRASI


DEMOKRASI


 

 

A. Pengertian Demokrasi

Kata Demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan.jadi dapat di simpulkan Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Berikut ini beberapa definisi tentang demokrasi :

 

  1. Menurut Harris Soche


Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat, karena itu kekuasaan pemerintahan itu melekat pada diri rakyat diri orang banyak dan merupakan hak bagi rakyat atau orang banyak untuk menagtur, mempertahankan dan melindungi dirinya dari paksaan dan pemerkosaan orang lain atau badan yang diserahi untuk memerintah.

 


 


  1. Menurut Hennry B. Mayo


Sistem politik demokratis adalah sistem yang menunjukan bahwa kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang secara diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemiliha-pemilihan yang didasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana terjainnya kebebasan politik.

 

  1. Menurut C.F Strong


Suatu sistem pemerintahan dalam mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikut serta dalam atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah akhirna mempertanggung jawabkan tindakan- tindakan kepada mayoritas itu.

 

  1. Menurut Samuel Huntington


Sistem politik sebagai demokratis sejauh para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu di pilih melalui pemilihan umum yang adil, jujur, dan berkala dan didalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan suara.


 

 

B. Sejarah Demokrasi

Pada awalnya sejarah demokrasi hanya dimengerti lewat model partisipasi politik langsung yang melibatkan seluruh warga yang sudah dewasa dalam suatu proses politik.proses politik penataan kehidupan bersama ini di kelola secara bersama,dan inilah yang dinamakan oleh Aristoteles sebagai bentuk negara ideal “politeia”,atau yang secara modern disebut oleh Robert A.Dahl sebagai “polyarchy”,sebagai ganti dari istilah yang kemudian lebih populer dengan sebutan Demokrasi yang meluas.

Sebagaimana disebutkan dalam sejarah bahwa Demokrasi mulai dicetuskan sebagai bentuk politik partisipatoris yang melibatkan seluruh warga kota kecil di yunani kuno.pelibatan hampir seluruh warga polis dalam proses penataan negara ini belum melahirkan suasana kebebasan dan kebersamaan yan menyeluruh bagi seluruh warga negara yunani pada waktu itu.hal ini terbukti dengan masih adanya diskriminasi politik yang meminggirkan hak kaum perempuan dan kalangan budak,maupun anak – anak.

Adanya gerakan pembela hak – hak politik kaum perempuan dan adanya gerakan anti perbudakan yang terus bergulir sepanjang sejarah telah mengubah format politik. Format politik partisipatoris yang menjunjung tinggi kebebasan dan kebersamaan yang menyeluruh, nondiskriminatif, telah lahir menjadi    ciri dari sistem politik modern yang lebih egaliter dan beradap.inilah yang dinamakan persemaian niai Demokrasi.

Sejarah Demokrasi juga tidak dapat dilepaskan dari masalah pembahasan mengenai bentuk pemerintah negara.peninjauan masalah bentuk negara merupakan pembahasan mengenai , dalam bentuk apa organisasi negara itu menjelma dalam masyarakat.ada yang memberi arti sama antara bentuk Negara dan bentuk pemerintahan. Persoalan bentuk Negara ini tidak dapat di lepaskan dari sejarah demokrasi, karena demokrasi sendiri merupakan salah satu model atau bentuk Negara yang lahir dalam sejarah perkembangan bentuk – bentuk Negara dan pemerintahan. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk meninjau sejarah demokrasi ini dari sisi sejarah perkembangan bentuk Negara tersebut.

 

 

C. Prinsip – prinsip Demokrasi

  1. Prinsip – prinsip umum Demokrasi


Beberapa pendapat yang mengutarakan prinsip – prinsip umum Demokrasi yaitu :

  1. Wiliam Ebenstein berpendapat bahwa ada delapan cirri utama dari konsep Demokrasi barat yaitu :



  • Empirisme rasional

  • Penekanan pada individu

  • Negara sebagai alat

  • Kesukarelawanan

  • Hukum di atas hukum

  • Penekanan pada cara (prosedural)

  • Persetujuan sebagai dasar dalam hubungan antar manusia

  • Persamaan semua manusia



  1. Bernhard Sutor menyebutkan bahwa demokrasi memiliki tanda – tanda empiris ,yaitu jaminan terhadap hak – hak untuk mengeluarkan pendapat, memperoleh informasi bebas,kebebasan pers, berserikat dan berkoalisi, berkumpul dan berdemonstrasi,mendirikan partai – partai, beroposisi, lalu pemilihan yang bebas, sama, rahasia, atas dasar minimal dua alternative, di mana para wakil dipilih untuk waktu terbatas.

  2. Woodrow Wilson berpendapat bahwa demokrasi akan menghilangkan lembaga – lembaga tiran yang ada di masa lalu, dan menawarkan di dalamnya kekuatan imperaktif (keharusan) pemikiran popular (umum / khalayak) untuk mareduksi (menyederhanakan) poliyik menjadi suatu bentuk tunggal dengan menggantikan seluruh lembaga dan kekuatan pemerintah lainnya dengan sebuah perwakilan yang demokratis.

  3. Franz-Magnis Suseno menyebutkan bahwa ada lima ciri hakiki Negara demokratis, yaitu:



  • Negara Hukum

  • Pemerintah yang di bawah kontrol nyata masyarakat

  • Pemilihan umum yang bebas

  • Prinsip mayoritas

  • Adanya jaminan terhadap prinsip – prinsip demokratis


 

 

  1. Prinsip – prinsip Eksistensial


Yang menjadi nilai utama prinsip eksistensial yang mendasari tumbuhnya teori demokrasi adalah :

  1. Kebebasan

  2. Kesamaan

  3. Kedaulatan suara mayoritas (rakyat)


Ketiga nilai di atas menyebabkan demokrasi didukung dan disanjung sebagai konsep yang melahirkan teori politik modern yang paling baik sepanjang sejarah kemanusiaan. Ke dalam tiga nilai inilah semua elemen demokrasi yang secara umum telah di kemukakan oleh para teoritis politik yang telah menelaah demokrasi.

Memahami demokrasi memang tidak mudah. Secara filosofis ketiga prinsip ini bisa dianggap saling mengeksistensi dan di sisi lain bisa pula dianggap bertentangan.

 

D. Teori politik tentang Demokrasi.

Sebagai teori politik yang di dalamnya memiliki substansi etis, yaitu adanya ajaran moral demokrasi di dalam lingkup teori politik itu, perlu kiranya kita menealaah posisi demokrasi teoritis itu dalam konteks teori politik pada umumnya dan teori demokrasi itu sendiri pada khususnya.

1. Teori politik

Teori politik adalah bidang yang abstrak.sesuai dengan namanya analisis yang di buat dalam teori politik bersifat teoritis dan filosofis.bidang ini tidak membahas fakta dalam bentuk konsep – konsep. Dengan kata lain teori politik adalah bahasan dan renungan atas :

  1. Tujuan dan kegiatan politik

  2. Cara – cara mencapai tujuan itu

  3. Kemungkinan – kemungkinan dan kebutuhan – kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik yang tertentu

  4. Kewajiban – kewajiban yang diakibatkan oleh tujuan politik itu


Teori politik menurut Thomas P. jenkin ada dua macam yaitu :

  1. Teori – teori yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma – norma politik.

  2. Teori – teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta – fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma – norma atau nilai.


Teori politik yang menunjang kebaikan yang utama adalah teori politik yang tidak menabrak harkat dan martabat manusia,serta dapat mewujudkan keadilan sosial yang luas bagi warga Negara.hal ini tidak mungkin terlaksana tanpa adanya pemerintahan yang senantiasa dikontrol oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung, di mana pemerintahannya merupakan hasil dari pemilihan umum yang bebas dan jujur.kriteria etik seperti ini tampaknya dapat dipenuhi oleh demokrasi sebagai suatu teori politik.

2. Teori Demokrasi

Model teori demokrasi menurut Carol C. Gould yaitu :

  1. Model individualism liberal


Model ini menjelaskan demokrasi sebagai pelindung orang dari kesewenangan – wenangan kekuasaan pemerintah, dan mendudukan pemerintah sebagai pelindung kebebasan seluruh rakyat dari ancaman dan gangguan.model demokrasi ini menginginkan kesamaan universal bagi seluruh rakyat dan kesamaan hak bagi seluruh rakyat itu dalam proses politik.

  1. Model pluralis


Teori ini merupakan kebalikan dari individualism abstrak yang menekankan kepentingan pribadi individu – individu yang saling lepas.dalam hal ini pluralisme memusatkan perhatian pada kepentingan kelompok sebagai agregasi dari kepentingan individual, dan pemunculannya akan mengakibatkan konflik dalam proses politik. Sehingga demokrasi politik di tafsirkan sebagai sistem pemerintahan yang menengahi konflik (kompetisi) itu untuk memperoleh keseimbangan sosisal. Menurut teori ini demokrasi politik memaksimumkan terwakilinya individu – individu yang kepentingannya mungkin tidak akan di wakili secara memadahi oleh kekuasaan kelompok tempat ia bergabung.

  1. Model Sosialisme Holistik.


Merupakan salah satu pendekatan yang menekankan demokrasi ekonomi dan muncul untuk menanggapi di tolaknya kenyataan hubungan sosial dan ekonomi yang di lontarkan oleh individualisme liberal.pandangan umum ini diwakili oleh dua jenis teori utama.teori yang pertama cenderung memahami demokrasi ekonomi sebagai cara pendistribusian barang dan kesempatan secara lebih adil dalam konteks bentuk – bentuk demokrasi politik.teori yang kedua menekankan perlunya demokrasi dalam mengendalikan produksi maupun distribusi

 

Dari tiga model demokrasi tersebut , tampak pendasaran ontologi sosial yang disematkan pada masing – masing teori berbeda satu sama lain. Namun demikian, pada tingkat pragmatis procedural, ketiga model tersebut tetap menggunakan metodologi yang sama, yaitu voting untuk menentukan kedaulatan  suara mayoritas bagi keabsahan suatu keputusan politik. Bagaimanapun juga suara mayoritas rakyatlah yang menjadi ukuran utama untuk menentukan pengambilan keputusan dan tindakan politik. Walaupun ada gradasi praktis yang berlaku di antara Negara pelaksana ketiga model demokrasi tersebut.

 

E. Budaya Politik tentang Demokratis

Budaya politik dapat dibedakan dalam dua pengertian yaitu  :

1        .Budaya politik dalam arti nilai, norma, atau kepercayaan yang telah mendarah daging dan terbentuk dalam waktu yang lama dari generasi ke generasi

2        Budaya politik dalam arti persepsi, pengetahuan, dan informasi tentang objek – objek politik (ideologi politik , lembaga – lembaga politik,pejabat pemerintah,kebijakan pemerintah,dan sebagainya)

Budaya politik yang menyangkut nilai dan persepsi ini menjadi background dari perilaku etis seseorang dalam berpolitik.tingkah laku politik yang demokratis adalah buah dari budaya politik demokratis yang  di tanamkan dalam masyarakat.jika nilaiyang di tanamkan dan informasi yang di sosialisasikan berlawanan dengan prinsip demokrasi,sulit di harapkan akan lahir perilaku politik yang demokratis. Sebaliknya, jika disseminasi nilai demokratis efektif di lakukan,akan muncullah budaya politik demokratis yang diharapkan.

Pers atau media massa memainkan peran yang paling efektif dalam membentuk budaya demokratis dalam suatu masyarakat. Pers televisi, internet, maupun media cetak, merupakan agen sosialisasi yang penting dalam membentuk komunitas imaginatif demokrasi, karena memiliki peran kontrol terhadap informasi yang didistribusikan.kekuasaan pers untuk memengaruhi masyarakat ini sering kali bersaingan dengan kekuasaan pemerintah untuk mempengaruhi warganya melalui fasilitas – fasilitas komunikasi dan informasi massa yang dimiliki pemerintah secara sepihak.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bachler, Jean. 2001. Demokrasi Sebuah Tinjauan analitis (Terjemah dari Democracy An Analytical Survey). Yogyakarta: Kanisius

Beetham, David and Kevin Boyle. 2000. Demokrasi 80 Tanya Jawab ( Terjemah dari Introducing Democracy: 80 Question And Answers).  Yogyakarta: Kanisius

Nurtjahjo, Hendra. 2006. Filsafat Demokrasi. Jakarta: Bumi Aksara

Kamis, 10 November 2011

Cermati Makanan dan Minumanmu


Memang asyik membicarakan masalah makanan dan minuman. Tapi sering juga, orang yang membicarakan makanan dan minuman di tuduh sebagai orang yang tidak tahu diri. Tidak jarang, orang yang sering membicarakan masalah makanan dijuluki tukang makan, sedangkan orang yang sering puasa dijuluki ahli ibadah karena mampu mencegah hawa nafsunya. Padahal, islam melihat makanan sebagai factor yang amat penting, disamping ibadah-ibadah yang lain.

Letak pentingnya makanan dan minuman itu karena berpengaruh terhadap perilaku keseharian kita. Karenanya, islam mengatur sedemikian rupa agar umat islam tidak salah mengkomsumsinya dan lurus perilakunya. Namun sekarang, orang yang mengkomsumsi makanan atau minuman tidak semata-mata ingin kenyang, tapi juga gaya. Lihat saja orang-orang yang makan di tempat-tempat mewah disertai music disko, joget, dll. Orang muslim harus mengererti fungsi makan dan minuman.

Fungsi makanan:

Makan dan minum bukan sekedar memasukkan sesuatu ke dalam perut, tapi harus memenuhi kebutuhan biologis, menjaga kesehatan alias tidak membawa penyakit, sekaligus sebagai aktifitas ibadah yang berpahala.

Makanan dan minuman dapat menjaga kesehatan dan menghindari penyakit. Apabila kita kekurangan makanan kita akan merasakan sakit seperti busung lapar, dan cacingan. Dan apabila kita kebanyakan makanan maka, kita akan mudah terserang penyakit seperti jantung, kolesterol, penyempitan pembuluh darah, dll. Hampir 90% penyakit yang diderita oleh manusia disebabkan oleh makanan dan minuman yang dikonsuminya.

Di samping berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis, makanan dan minuman harus diniatkan sebagai aktifitas ibadah. Hal ini penting lakukan karena untuk membedakan dengan binatang. Kalau kita sehat wal afiat, maka kita bisa semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Jangan sampai umur kita panjang, badan kita sehat, hanya untuk kesenangan hidup di dunia belaka. Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.

Kamis, 03 November 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


 

Satuan Pendidikan      : SD Sederhana Gamping

Mata Pelajaran            : Qur’an Hadits

Alokasi Waktu            : 20 menit

Materi                          : Hadis Tentang Akhlak Kepada Tetangga

Kelas                           : VI / Genap

 

I.            KEMAMPUAN DASAR

  1. Kompetensi Dasar


-          Siswa mampu memahami hadis tentang akhlak kepada tetangga.

  1. Indikator


-          Siswa dapat menjelaskan pengertian tetangga.

-          Siswa dapat menuliskan hadis tentang akhlak kepada tetangga.

-          Siswa dapat menuliskan terjemahan dari hadis tentang akhlak kepada tetangga.

-          Siswa dapat menyebutkan hal-hal yang harus kita perhatikan dalam kehidupan bertetangga.

 

II.            MATERI PEMBELAJARAN

Materi pokok : Hadis Tentang Akhlak Kepada Tetangga

Uraian materi :

  1. Pengertian tetangga.

  2. Hadis tentang akhlak kepada tetangga.

  3. Terjemahan dari hadis tentang akhlak kepada tetangga

  4. Hal-hal yang harus kita perhatikan dalam kehidupan bertetangga.


 

 III.            MEDIA ATAU ALAT PEMBELAJARAN

  1. LCD dan Laptop

  2. Kertas asturo.

  3. Kertas HVS


IV.            METODE PEMBELAJARAN

  1. Ceramah

  2. Tanya jawab

  3. Diskusi


    V.            STRATEGI ATAU LANGKAH PEMBELAJARAN

1. Kegiatan awal

-          Guru dan siswa memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a secara bersama-sama, dipimpin oleh guru.

-          Guru bertanya tentang materi yang akan disampaikan sebelum menjelaskan materi pembelajaran.

2. Kegiatan inti

-          Guru menjelaskan pengertian tetangga.

-          Guru dan siswa membaca hadis tentang akhlak kepada tetangga secara bersama - sama.

-          Guru membacakan terjemah dari hadis tentang akhlak kepada tetangga.

-          Guru menjelaskan makna dari  hadis tentang akhlak kepada tetangga.

3. Kegiatan akhir

-          Guru memberikan posttest kepada siswa.

-          Guru dan siswa Mengakhiri pelajaran dengan bacaan hamdallah.

 

 VI.            PENILAIAN

1)      Kognitif ( tes tulis)

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !



    1. Mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial? Jelaskan!

    2. Jelaskan pengertian dari tetangga?

    3. Tuliskan hadits tentang akhlak kepada tetangga?

    4. Hal-hal apa yang harus kita perhatikan dalam kehidupan bertetangga?

    5. Apa yang harus dilakukan apabila ada tetangga yang sedang sakit?




 

2)      Afektif ( Pengamatan minat dan sikap )











































No



Nama Siswa



Aspek penilaian afektif



Jumlah skor



Nilai



Catatan



Respons



Disiplin



Kerjasama



Tuntas tugas



1



2



 

3)      Psikomotorik











































No



Nama Siswa



Aspek penilaian afektif



Jumlah skor



Nilai



Catatan



Penguasaan



Sistimatika



Kecakapan



Kualitas



1



2



 

Yogyakarta, 30 mei 2011


 












Mengetahui,


Kepala Sekolah



Guru Mata pelajaran



Drs. H. Marsudi Iman, M. Ag.



Esti Wahyuni S. Pd. I.