Senin, 16 Januari 2012

FUNGSI AQIDAH


 




  1. A.    AQIDAH SEBAGAI DASAR AKHLAK


Aqidah adalah sesuatu yang dipercayai dan diyakini kebenarannya oleh hati atau qalbu manusia, sebagaimana yang terdapat di dalam rukun iman.

Fungsi aqidah bagi siswa Madrasah Aliyah adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa kepada Allah swt. Yang telah di tanamkan sejak usia di bangku sekolah dasar atau Madrasah Ibtidaiyah.

  2.  Memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam keyakinan, pemahaman, dan pengamalan ajaran agama islam dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Menangkal hal-hal negatif dari lingkungan atau dari budaya lain, yang dapat membahayakan diri siswa dan menghambat perkembangannya menuju manusia indonesia seutuhnya.


Tujuan aqidah bagi siswa Madrasah Aliyah adalah sebagai berikut :

Memberikan kemampuan dasar kepada siswa, tentang aqidah islam untuk mengembangkan kehidupan beragama, sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. Serta berakhlaq mulia, sebagai pribadi, sebagai anggota masyarakat, dan sebagai warga negara.

  1. B.     AKHLAK DAN PERILAKU SEBAGAI CERMIN AQIDAH YANG BENAR

    1. 1.      Adab terhadap Allah SWT.




Seorang muslim melihat dalam dirinya nikmat – nikmat Allah Ta’ala yang tidak dapat di kalkulasikan sejak ia masih berupa sperma diperut ibunya, hingga ia menghadap Allah Ta’ala. Oleh karena itu, ia bersyukur kepada-Nya atas nikmat – nikmatnya tersebut. Ini etikanya terhadap Allah Ta’ala, sebab tidak etis mengingkari nikmat, menentang keutamaan pemberi nikmat, memungkiri nikmat – nikmat NYA.

  1. 2.      Adab bergaul dengan ibu, bapak dan keluarga.


Yang di maksud orang yang lebih tua adalah para orang tua kita (bapak, ibu, kakek, nenek, paman, kakak dsb.).dan orang lain yang usianya lebih tua dari kita.

Agama islam mengajarkan agar kita selalu bersikap hormat dan sopan kepada semua orang yang lebih tua. Dari mereka yang sudah mengenyam lebih banyak pengalaman, kita memperoleh tambahan ilmu untuk bekal di masa depan.

  1. 3.      Adab terhadap anak – anak.


Seorang muslim mengakui bahwa anak-anak mempunyai hak-hak atas orang tuanya, dan hak-hak tersebut wajib ditunaikan. Diantara hak-hak ats orang tuanya ialah menamakannya dengan nama yang baik, menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahirannya, mengkhitankannya, mengasihinya, lembah-lembut terhadapnya, menafkahinya, mendidiknya dengan baik, serius mengajarkan ajaran-ajaran islam kepadanya dll.

  1. 4.      Adab terhadap diri sendiri.

    1. a.      Adab berpakaian dan memandang




Fungsi pakaian terutama sebagai penutup aurat, sekaligus sebagai perhiasan, memperindah jasmani seseorang.

Agama islam memerintahkan kepada setiap orang untuk berpakaian yang baik dan bagus. Baik berarti sesuai dengan fungsi pakaian itu sendiri, yaitu menutup aurat, dan bagus berarti cukup memadai serasi sebagai perhiasan tubuh yang sesuai dengan kemampuan si pemakai untuk memilikinya.untuk keperluan ibadah, misalnya untuk shalat di masjid, kita dianjurkan memakai pakaian yang baik dan suci.

Berpakaian bagi kaum wanita mukmin telah digariskan oleh Al Qur’an adalah menutup seluruh auratnya. Hal tersebut selain sebagai identitas mukminah, juga menghindari diri dari gangguan yang tidak diinginkan.

Pada dasarnya pakaian muslim tidak menghalangi pemakainya untuk melakukan kegiatan sehari-hari dalam bermasyarakat, semuanya kembali kepada niat si pemakainya dalam melaksanakan ajaran Allah swt.

  1. b.      Adab berbicara


Alat komunikasi yang paling utama dalam pergaulan adalah berbicara. Dengan berbicara kita bisa menympaikan keinginan, kehendak hati dan kebutuhan kita atau orang lain.

Agama islam mengajarkan kepada kita, agar selalu menjga lidah dan mulut kita dalam berbicara, agar pembicaraan kita tidak berakibat merugikan diri sendiri, juga orang lain. Pembicaraan harus di atur dan di piker terlebih dahulu sehingga dapat membawa manfaat.

  1. c.       Adab makan dan minum


Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia untuk dapat bertahan hidup secara wajar dan sehat. Banyak aneka makanan yng digemari orang dengan aneka menunya, baik yang langung diambil dari alam, di olah dengan ketrampilan seorang juru masak, dan juga yang dibuat  oleh pabrik.

Dari sekian jenis makanan dan minuman itu, kita dianjurkan oleh agama untuk memilih makanan dan minuman yang baik dan halal, dan benar-benar diperlukan untuk kesehatan tubuh kita, serta tidak boleh berlebih-lebihan.

  1. 5.      Adab pergaulan sesama muslim dan sesama manusia.


Orang muslim menyakini bahwa saudara seagamanya mempunyai hak-hak dan etika yang harus ia terapkan terhadapnya, kemudian ia melaksanakannya kepada saudara seagamanya, karena ia berkeyakinan bahwa itu adalah ibadah kapada Allah swt. Dan upaya pendekatan kepada-Nya.

Diantara hak-hak dan etika-etika tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mengucapkan salam apabila bertemu saudaranya.

  2. Jika bersin mengucapkan “alhamdulillah”, maka mendoakan dengan berkata “yarhamukallahu” (mudah-mudahan Allah merahmatimu), kemudian orang yang bersin berkata “yaghfirullahu li wa laka” (semoga Allah memberi ampunan kepadaku dan kepadamu, atau ia berkata “yahdikumullah wa yushlihu baa lakum” (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki hatimu).

  3. Menjenguk apabila ada saudara yang sakit.

  4. Menyaksikan jenazah saudaranya, jika meninggal dunia.

  5. Membebaskan sumpah tetangganya, jika telah bersumpah terhadap sesuatu dan ia tidak di larang melakukannya, kemudian ia mengerjakan apa yang disumpahkan tetangganya itu untuknya, agar tetangganya tidak berdosa dalam sumpahnya.

  6. Menasihatinya jika ia meminta nasihat kepadanya.

  7. Mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya.

  8. Menolong dan tidak menelantarkannya kapan saja ia membutuhkan pertolongan dan dukungan.

  9. Tidak menimpakan keburukan kepadanya.

  10. C.    AQIDAH ISLAM MELAHIRKAN AKHLAK YANG BAIK


Dalam aqidah islam ditegaskan bahwa hanya Allahlah yang menciptakan, mengatur, mendidik alam semesta. Dengan demikian hanya Allahlah yang patut disembah, serta dimohon petunjuk dan pertolongan-Nya.

Penyembahan dan pengapdian seperti di atas hanya bisa dilakukan oleh orang yang berjiwa tahuid. Inilah aqidah islam yang mengajarkan tentang apa yang harus dilakukan oleh orang yang beriman.

Orang yang berakhlakul karimah juga akan memelihara perangai dan tata cara pergaulan sesuai dengan tuntunan agama.ucapan, perbuatan, perangai, dan tingkah laku yang baik merupakan amal shaleh, orang yang berakhlak baik akan selalu melakukan amal-amal shaleh

  1. D.    KONDISI KEIMANAN YANG BERSIFAT RELATIF


Iman adalah keyakinan di dalam hati, di ucapkan oleh lisan dan diamalkan dengan anggota badan. hati, ucapkan, dan perbuatan itu harus saling mengisi.

Rasullulah saw.  bersabda :

Hadist tersebut di atas menunjukan bahwa iman itu dapat bertambah dapat pula berkurang. Bertambahnya iman adalah dengan jalan memperbanyak dzikir, istighfar, tasbih, tahmid dan tahlil, serta melakukan ibadah baik yang langsung berhubungan dengan Allah atau yang bernilai sosial kemasyarakatan.

Iman itu dapat berkurang, jika orang selalu mengikuti nafsu jahatnya, sehingga ia cenderung melakukan kejahatan serta melanggar hukum-hukum Allah yang mengakibatkan hatinya menjadi keras.

Karena iman itu dapat bertambah dan dapat pula berkurang, maka kita harus memeliharanya agar jangan sampai berkurang.adapun salah satu cara untuk memelihara iman adalah dengan selalu ingat kepada Allah (menyebut Asma Allah).

 

AQIDAH ISLAM


 




  1. A.    PENGERTIAN AQIDAH ISLAM


Menurut bahasa aqidah yaitu kepercayaan, keyakinan. Sedangkan menurut istilah aqidah islam adalah sesuatu yang dipercayai dan diyakini kebenarannya oleh hati manusia, sesuai ajaran islam dengan berpedoman kepada Al Qur’an dan Al hadits.

Aqidah islam tersebut meliputi:

v  Kepercayaan akan adanya Allah dan segala sifat – sifat Nya.

v  Kepercayaan tentang alam gaib.

v  Kepercayaan kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul.

v   Kepercayaan kepada para nabi dan rasul.

v  Kepercayaan kepada hari akhir.

v  Kepercayaan kepada takdir (qadha dan qadar).

  1. a.      Aqidah islam sebagai sesuatu yang di wahyukan oleh Allah SWT.


Akidah Islam itu bersumber dari wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad. Kemudian diajarkan kepada umatnya. Jadi akidah islam itu terkandung di dalam al- Qur’an. Oleh karena itu terpelihara kemurniannya dengan baik.

Perhatikan firman Allah berikut ini :

Artinya “dan tidaklah yang diucapkan itu (dalam al- Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

  1. b.      Aqidah islam pada dasarnya tidak berbeda dengan aqidah yang di ajarkan oleh para nabi / rasul terdahulu.


Para nabi dan rasul Allah sejak nabi Adam AS, sampai nabi Muhammad SAW tidak ada perbedaan dalam mengajarkan akidah kepada umatnya. Hal ini karena sumber ajarannya sama yaitu berasal dari Allah.

Nabi dan rasul bertugas menyampaikan ajaran- ajaran Allah, oleh karena sumber ajaran yang dibawakan oleh para nabi atau rasul itu satu, yaitu berasal dari Allah. Maka isi ajaran (akidah) yang diajarkan sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad adalah sama yaitu Islam. sehingga diantara mereka tidak ada perbedaan dalam mengajarkan akidah kepada umatnya.

Perbedaan ajaran pada nabi atau rasul hanya terletak pada syariat- syariatnya yang berupa amalan. Perbedaan syariat itu terjadi karena adanya perbedaan- perbedaan situasi, cara berfikir, kondisi yang ada sesuai dengan cara berfikir masyarakat pada masanya.

  1. c.       Aqidah islam meluruskan aqidah- aqidah yang telah di selewengkan.


Aqidah Islam yang dibawakan oleh nabi Muhammad SAW bukan aqidah yang baru atau merombak aqidah yang diajarkan para nabi atau rasul terdahulu. Melainkan hanya meluruskan aqidah- aqidah yang diselewengkan oleh umat terdahulu.

Jelaslah bahwa Islam datang untuk meluruskan penyelewengan- penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh umat terdahulu. Islam memberikan informasi dan pengukuhan bahwa aqidah Islamnya yang benar dan wajib dianut dan dipertahankan oleh umat manusia.

 

  1. B.     KEISTIMEWAAN AQIDAH ISLAM

    1. 1.      Akidah Islam terpelihara keasliannya




Sebagai suatu keyakinan aqidah itu tumbuh dan berurat berakar di dalam hati bukan pada lisan atau pikiran seseorang. Ia adalah sebagai pondasi dasar bagi seseorang untuk berucap berfikir dan bertingkah laku. Aqidah Islam tidak dapat dipalsukan dan keasliannya akan berlangsung terus sampai hari kiamat. Terpeliharanya keaslian agama Islam itu karena bersumber kepada wahyu Allah byaitu al-Qur’an dan Allah telah memberikan jaminan terhadap keaslian al- Qur’an. Jadi aqidah Islam itu terpelihara keasliannya karena:

  1. Terjaminnya keaslian al-Qur’an sebagai sumber aqidah Islam

  2. Adanya jaminan Allah atas terpeliharanya kemuliaan al-Qur’an (sebagai sumber aqidah)

  3. Terpeliharanya al-Qur’an oleh umatnya dengan cara menghafal dan menuliskan al-Qur’an sebagaimana aslinya.

  4. 2.      Akidah Islam sesuai dengan fitrah manusia


Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau manusia tidak beragama tauhid maka itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu akibat pengaruh lingkungan.

  1. 3.      Akidah Islam sesuai dengan akal manusia


Aqidah islam sangat sesuai dengan akal manusia. Karena aqidah islam adalah ajaran yang tidak berbelit-belit, sehingga mudah diterima oleh akal manusia.

  1. C.    CARA MEMELIHARA AQIDAH ISLAM (DALIL NAQLI)


Orang muslim beriman kepada Allah SWT. Bagi manusia sejak generasi pertama hingga generasi terakhir, kerububiyahan-Nya terhadap alam semesta, bahwa tidak ada pengatur dunia selain Dia dan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Dia. Oleh karena itu, seorang muslim memprioritaskan untuk Allah ibadah-ibadah yang di syari’atkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan tidak memalingkannya sedikitpun kepada selain Allah SWT.

Cara-cara yang dapat kita lakukan untuk memelihara Aqidah adalah:

  1. Selalu beribadah kepada Allah SWT

  2. Selalu bertawakal kepada Allah SWT

  3. Selalu berharap kepada Allah SWT

  4. Selalu meminta pertolongan kepada Allah SWT

  5. Selalu mencari rezeki yang halal yang diridhai-Nya

  6. Selalu berzikir kepada Allah SWT. Di manapun berada.

  7. Menjauhkan diri dari perbuatan maksiat

  8. Menjauhkan diri dari perbuatan munafik dan musyrik

  9. Menyerahkan diri sepenuhnya dalam menggarungi kehidupan ini kepada Allah penguasa alam raya ini.


 

  1. D.    RUANG LINGKUP DAN KETERKAITAN AQIDAH DENGAN AKHLAK


Aqidah atau keyakinan, dinamakan juga ilmu Aqa’id (ikatan yang kokoh), karena keyakinan kepada Allah SWT. Orang yang tidak memiliki ikatan yang kokoh dengan Tuhan, menyebbkan ia dengan mudah tergoda pada ikatan – ikatan lainnya yang membahayakan.

Keterkaitan aqidah dengan akhlak dapat dilihat melalui beberapa analisis yaitu :

  1. Dilihat dari segi objek pembahasannya


Aqidah sebagaimana di uraikan di atas membahas masalah tuhan baik dari segi zat, sifat dan perbutannya.

  1. Dilihat dari segi fungsinya


Aqidah menghendaki agar seseorang yang tidak hanya cukup dengan menghafal rukun yang enam dengan dalil - dalilnya tetapi yang terpenting adalah agar orang yang bertahuid itu meniru dan menyontoh terhadap subjek yang terdapat dalam rukun iman tersebut.
Rasulullah saw. Memberi wasiat kepada putrinya Fathimah binti Rasulullah. Wasiat tesebut adalah:

  1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.

  2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikana dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah

  3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

  4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

  5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

  6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

  7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

  8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

  9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

  10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.


 

PEMANFAATAN MEDIA DALAM KOMUNIKASI PENDIDIKAN

Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). media komunikasi dalam pendidikan dapat bermacam macam di antaranya yaitu : media grafis, media audio, media proyeksi diam, media audio visual dan media lainnya. untuk selengkapnya silahkan klik di sini

TUJUAN DAN TAKSONOMI HASIL BELAJAR

Dalam dunia pendidikan dikenal istilah taksonomi yang merujuk pada tujuan pendidikan. Salah satu taksonomi yang terkenal adalah taksonomi Bloom yang disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Namun begitu, sebenarnya apa yang dikenal sebagai taksonomi Bloom ini adalah merupakan hasil kelompok penilai di Universitas yang terdiri dari Benjamin S. Bloom, M.D. Engelhart, E. Furst, W.H. Hill, dan D.R. Krathwohl, yang kemudian didukung pula oleh Ralph W. Tyler. untuk lihat selengkapnya silahkan klik di sini.

Contoh Visi dan Misi SD


  1. A. VISI


Terwujudnya peserta didik yang berakhlak mulia, berprestasi, terampil dan mandiri.

  1. B.     Misi

    1. Meningkatkan amalan tuntunan agama dengan tertib serta semangat toleransi  kehidupan beragama yang tinggi.

    2. Mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga hasil belajar meningkat, diantaranya melalui kegiatan les, dan kegiatan ekstrakurikuler.

    3. Mengembangkan keterampilan peserta didik melalui pendiddikan life skill.

    4. Mengembangkan potensi peserta didik dalam rangka membentuk pribadi yang mandiri.



  2. C.    Tujuan



  • Tujuan SD Sonosewu 4 tahun mendatang (2010 – 2013) sebagai berikut :



  1. Meningkatkan nilai rata – rata untuk setiap mata pelajaran dalam UAS maupun  UASBN.

    1. Tahun pelajaran 2010/2011 menjadi 6,50.

    2.  Tahun pelajaran 2011/2012 menjadi 6,75.

    3. Tahun pelajaran 2012/2013 menjadi 7,00.

    4. Tahun pelajaran 2013/2014 menjadi 7,25.

    5. Meningkatkan nilai  rata – rata raport kelas I – VI.

      1. Tahun pelajaran 2010/2011 nilai rata – rata 65,00

      2.  Tahun pelajaran 2011/2012 nilai rata – rata 70,00

      3. Tahun pelajaran 2012/2013 nilai rata – rata 62,50

      4. Tahun pelajaran 2013/2014 nilai rata – rata 75,00

      5. Mengoptimalkan 60% potensi keterampilan budaya lokal.

      6. Memiliki 25% siswa kelas II – Vl yang mampu berkomunikasi dengan Bahasa Inggris secara sederhana.

      7.  Mampu berkomunikasi dengan Bahasa Jawa berdasar unggah  - ungguh  sebesar  50%.

      8. Meningkatkan kesadaran lingkungan sebesar 80%.

      9. Memiliki 60% siswa sadar membaca perpustakaan.

      10. Memiliki 70% siswa kelas IV tamat iqro’.







  • Tujuan SD Sonosewu 1 tahun mendatang sebagai berikut :



  1. Kenaikan jumlah rata – rata UAS/UASBN sebesar 0,75.

  2. Kenaikan rata – rata nilai raport 2,50 pertahun.

  3. Prestasi keterampilan budaya local 25%.

  4. kenaikan kemampuan berbahasa Inggris sederhana 5%.

  5.  kenaikan kemampuan berbahasa Jawa unggah – ungguh 10%.


 

Kamis, 12 Januari 2012

Thaharah

Thaharah


Good morning students, how are you? First of all, let’s praise be to Allah who has given us many opportunities, blessings and in particular the only belief in Allah so that we can meet here, in this class, to carry on our study on religious service fiqih about Thaharah.
I have divided my talk into 3 classification :
1. Understanding Thaharah
2. Understanding Unclean
3. Classified According Unclean
Let me start with Understanding Thaharah. According Language Thaharah mean purification or clean themselves. According to the Guidance of the term in ways that have been determined by the Personality '(Islamic Law) in order to eliminate all odious and ritual impurity. Thaharah Basic Law, among others, the Word of God Almighty. In Al-Qur'an Surat Al-Baqarah verse: 222.

Meaning:
"Truly Allah loves those who repent and He loves those who purify themselves".
The next is that we will leam about . According to the language, means everything unclean, dirty and disgusting. Accordingterm is unclean Various kinds of impurities that can hinder the validity of prayer and tawaf. In Islamic law, are classified according unclean Unclean and How to purify / clean it, namely :
a. Lightweight unclean (Mukhaffafah): Unclean a way to eliminate enough to sprinkle water on the affected place unclean.
b. Unclean Medium (mutawassithah): Unclean a way to eliminate it should be washed clean, thus missing the former, the smell and taste.
c. Unclean Weight (mughalladhah): Unclean the ways of eliminating or clean it with using water as much as 7 (seven) times, one of them mixed soil / dust is sacred.
My third section deals with objects that are judged unclean:
a. Carcasses of land animals
b. Blood
c. Pork
d. Pieces of flesh from the limbs of animals still alive
e. Vomit, urine and feces human / animal
f. Wadi and madhiy
g. Khamer, liquor
So can we takes the conclusion that thaharah is self-purification or clean and unclean. Anddivided into three unclean unclean namely mild (Mukhaffafah), being unclean (mutawassithah), odious weight (mughalladhah)
Enough lessons today and let us end this lesson by reading the literature hamdalah together. Thank you for your cooperation.