Berzakat , Why Not?
Di setiap bulan ramadhan tiba, pembicaraan selain hal-hal yang berhubungan dengan puasa adalah masalah zakat. Lebih-lebih di 10 hari akhir bulan ramadhan, hampir semua penceramah di masjid, mushola, TV, radio, dll. mengupas habis masalah ini.
Zakat mempunyai cakupan masalah yang sangat luas, bukan soal member dan menghitung saja, tapi juga memperdayakan secara maksimal yang seharunya di kaji, dikelola dan di kembangkan sesuai dengan keinadaan kehidupan masyarakat, kapan saja dan di mana saja.
Kita tahu pada dasarnya zakat (khususnya harta/mal) menjadi kewajiban atas kepemilikan harta benda (kekayaan) yang berkembang baik dengan sendirinya maupun dengan pengolahan, demi meningkatkan nilai moral para pemiliknya dan sekaligus menjadi bantuan bagi mereka yang tidak berkecukupan atau mereka yang tidak punya. Sehingga terjadi pemekaran dalam masyarakat dan bagi harta itu sendiri. Sehingga zakat bukanlah pemberian belas kasihan, tapi merupakan hak dari pihak-pihak tertentu untuk menerima harta kekayaan tersebut.
Di dalam islam, zakat merupakan salah satu ajaran yang menjadi landasan system perekonomian masyarakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal (kekayaan). Karena system perekonomian dalam islam itu menganut keyakinan bahwa Allah adalah pemilik asal harta benda dan karenanya dia berhak mengatur masalah kepemilikan, hak-hak dan penyalurannya.
Penumpukan dan pembekuan harta adalah tindakan yang tidak benar. Untuk menggambarkan betapa pentingnya kedudukan zakat, Al Qur’an menyebutkan sampai 72 kali bersamaan dengan perintah shalat seperti dalam QS Al baqarah: 43, QS Al maidah: 55, QS Al mu’minun: 4, dll. Bahkan Rasullulah menempatkan zakat sebagai salah satu unsur dari kelima unsur bangunan keislaman.
Kalau kita telusuri secara mendalam, ibadah zakat merupakan salah satu aspek yang paling menonjol dalam rangka membangun kepedulian kepada sesame manusia. Al Qur’an sebagai sumber utama dalam menyampaikan pesan zakat mengajarkan pada kita bahwa hidup menyendiri tanpa memperhatikan lingkungan sosialnya, sama sekali bertentangan dengan semangat hidup sebagai makhluk social.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar